Tampilkan postingan dengan label Rokok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rokok. Tampilkan semua postingan

Puntung Rokok Seharga Rp 47 juta

Sabtu, 21 Januari 2012

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/01/09/article-1110085-0291F9E200000578-825_468x335.jpg
Puntung Cerutu Winston Churchill yang belum habis pada tahun 1941 telah terjual seharga 4.500 pound sterling atau Rp 47 juta.

Perdana menteri yang memimpin pada masa perang meninggalkan puntung cerutu di asbak mejanya untuk menghadiri pertemuan Kabinet. Seorang pekerja Downing Street mengambil dan menyimpannya.
http://rtone.files.wordpress.com/2009/07/churchill.jpg

Pelayan itu mengirim puntung cerutu yang panjangnya masih empat inci atau 10,16 centimeter ke temannya dengan menuliskan catatan pada kertas tulis Nomor 10. Temannya menyimpan suvenir itu hingga kematiannya. Nasib puntung cerutu mantan pemimpin negara Inggris itu kemudian diserahkan kepada ahli warisnya.

Singkat cerita, dalam lelang Keys di Aylsham, puntung cerutu itu diharapkan mencapai harga sekitar 350 pound sterling saja. Namun, seorang kolektor pribadi membelinya dengan nilai lebih tinggi.
http://sanseverything.files.wordpress.com/2009/09/winston_churchill_01.jpg

Sebelum kisah puntung cerutu ini, pada bulan November lalu, sebuah piring mentega yang digunakan sebagai asbak oleh Sir Winston, di klub debat makan malam di London telah laku 4.200 poundsterling.

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3287035
Continue Reading...

Cara Mengurangi Rokok

Jumat, 13 Januari 2012

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Pria, Wanita, Tua, Muda, Miskin, Kaya, tak luput jadi pecandu rokok. Dari segi kesehatan, tak ada bukti sedikitpun manfaat menghisap tembakau. Namun tak mudah untuk melepas ketergantungan dari kebiasaan buruk ini.

Meski sebagian orang menganggap merokok sebagai suatu kebiasaan yang wajar, tapi pada kenyataannya merokok bukan sekedar kebiasaan, sebab rokok mengandung zat-zat seperti nikotin dan karbon monoksida yang dapat membuat orang kecanduan dan ingin terus-menerus merokok.

Nikotin sebagai zat alkaloid memiliki banyak dampak negatif, diantaranya meningkatnya tekanan darah dan detak jantung.

Tips Mengurangi Dampak Rokok

gambar pisang Pada beberapa penelitian terakhir menemukan sebuah terapi herbal yang dapat mengurangi efek negatif nikotin, yaitu buah pisang. Dalam buah berkulit kuning ini terkandung zat-zat yang berguna bagi tubuh, diantaranya kalium, potasium, vitamin B6 dan B12.

Kalium dimanfaatkan oleh saraf otonom untuk mengontrol frekuensi denyut jantung, fungsi otak, dan proses fisiologi penting lainnya. Potasium juga terbukti membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu, zat ini juga berperan utama dalam fungsi deyut syaraf dan kontraksi otot. Selain keunggulan potasium, vitamin B6 dan B12 dalam pisang juga mempunyai peranan yang sangat besar karena mampu menetralisir efek negatif nikotin dalam tubuh.

Untuk mendapatkan manfaat dari pisang tersebut, kita tak boleh asal mengkonsumsinya. Pilihlah pisang sudah matang, karena lebih muda dicerna, sehingga gula buah pada pisang diubah menjadi glukosa alami secara cepat diabsorsi kedalam peredaran darah.

Sumber : http://gerry-tk.blogspot.com/2011/10/cara-mengurangi-dampak-negatif-rokok.html
Continue Reading...

Contoh Makalah Bahaya Rokok

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Penyusun memilih judul ini berusaha untuk mengungkap kasus tentang pelanggaran-pelanggaran yang ada di sekolah khususnya untuk para perokok. Mudah-mudahan dengan adanya makalah ini dapat menyadarkan akibat dan bahaya yang ditimbulkan dari rokok bagi pembaca khususnya penulis

1.2 Rumusan Masalah
Makalah ini dibatasi dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Kenapa anda merokok?
2. Apa dampak dari merokok?
3. Zat apa yang terkandung di dalam dan yang paling berbahaya?
4. Upaya apa yang dilakukan bagi perokok di sekolah?
5. Apa sanksinya?

1.3 Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun untuk:
1. Mengetahui apa itu rokok
2. Mengetahui bahaya dari merokok

1.4 Metode Penulisan
Metode yang kami ambil dalam penyusunan makalah ini yaitu;
1. Observasi pengumpulan data
2. Wawancara dengan si pelaku

1.5 Sistematika Penulisan
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Metode Penulisan
1.5 Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Merokok Di Lingkungan Sekolah
2.2 Sanksi
2.3 Upaya mengatasi
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Merokok Di Lingkungan Sekolah
Rokok adalah campuran tembakau dengan kandungan zat yaitu nikotin dan TAR yang dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh maupun bagi lingkungan.
Bahaya bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.
Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya.
Merokok bagi orang dewasa bisa berbahaya apalagi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Oleh Karena itu, merokok dilarang di sekolah maupun di luar sekolah.

2.2 Sanksi
Merokok di sekolah bukanlah hal yang baik, oleh sebab itu siapa yang melakukan pelanggaran pasti diberi sanksi / hukuman
Bilamana siswa melakukan pelanggaran khususnya merokok jika dia tertangkap dan ketahuan maka siswa yang bersangkutan akan dibawa ke ruang guru atau ruang BP untuk diberi sanksi.
Sanksi yang diberikan bagi perokok di sekolah satu kali dia melakukan maka dia akan diberi peringatan atau disuruh untuk merokok di lapangan dengan rokok di bibir tanpa tangan sampai rokok tersebut habis. Akan tetapi peringatan tersebut tidak bisa menaklukannya maka orang tua yang bersangkutan akan dipanggil ke sekolah bila masih merokok saja maka mau tidak mau siswa tersebut harus meninggalkan dan keluar dari sekolah.

2.3 Upaya mengatasi
Merokok di sekolah yang dilakukan siswa kini semakin banyak, itu dikarenakan siswa yang satu mengajak siswa yang lainnya atau dikarenakan oleh faktor pergaulan. Oleh karena itu para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan mengelilingi tempat-tempat yang sering dijadikan tempat merokok.
Selain itu juga melakukan peringatan yang lebih tegas lagi agar para pelanggar khususnya perokok jera dan tidak melakukan hal tersebut lagi baik di sekolah maupun di luar sekolah.

BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Merokok itu sangatlah berbahaya apalagi bagi siswa-siswa sekolah yang belum mampu mengatasi dampak yang akan timbulkan dari merokok tersebut. Merokok di sekolah selain tercoreng juga akan mendapat sanksi yang memberatkan diri sendiri, apalagi sampai dikembalikan kepada orang tua oleh pihak sekolah.

3.2 Saran
Mari kita jauhi rokok, Karena dapat mendekatkan kepada narkoba, sayangilah dirimu dengan menjaga tubuhmu dan lingkunganmu
Continue Reading...

Stop Rokok dengan Terapi SEFT

Jumat, 16 Desember 2011

Dalam 5 x 25 menit, kecanduan merokok bisa hilang dengan melakukan terapi SEFT (Spiritual, Emotional, Freedom, Technique). Terapi yang dilakukan dengan mengetuk ringan dengan 2 ujung jari atau yang disebut tapping di bagian tubuh tertentu, sehingga bisa kita lakukan sendiri.

Awalnya, pecandu diminta untuk mencium bau rokok yang biasa dihisapnya, ini adalah langkah awal yang disebut dengan the set-up yang bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh kita terarahkan dengan tepat. langkah ini dilakukan untuk menetralisir pikiran negatif yang spontan dari mencium bau rokok itu, yang pasti para perokok masih ingin menghisapnya. Setelah itu terapis akan menekan dada kita, tepatnya di sekitar dada atas.

Kemudian, terapis akan akan melakukan tapping di titik-titik tubuh yang merupakan titik aliran energi kita, yang jika diketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisirnya gangguan emosi atau rasa sakit yang kita rasakan. Titik-titik tersebut adalah bagian atas kepala, titik permulaan alis mata, diatas tulan di samping mata, 2 cm di bawah kelopak mata, tepat di bawah hidung, diantara dagu dan bagian bawah bibir, di ujung tempat bertemunya ulang dada, di bawah ketiak, di perbatasan antara tulang dada dan bagian bawah payudara, dan di bagian dalam tangan yang berbatasan dengan telapak tangan.
Setelah tapping selesai, perokok diminta untuk mencium bau rokok kembali, lalu menghisapnya. Alhasil, mereka mengatakan Pusing, pahit, getir dan tidak mau mengisap lagi.

Seperti yang dilakukan para terapis SEFT dalam acara Stop Rokok Buat Hidupmu di Aula Wisma Menpora, Sabtu (31/5). Mereka melakukan terapi untuk menghentikan kebiasaan dan kecanduan merokok para siswa SMP-SMA yang sudah menjadi perokok.

"Baru tadi pagi saya terakhir merokok, setelah diterapi seperti ini, kok tiba-tiba rokok yang tiap hari saya hisap rasanya aneh, pahit dan getir, baunya juga tidak enak. "Semoga ini bertahan lama, saya niat tidak mau merokok lagi," ujar Yanto (20), yang bera sal dari Bogor salah satu perokok yang mengikuti terapi tersebut.
 Dalam kesempatan yang sama, penemu metode SEFT Ahmad Faiz Zainuddin mengungkapkan bahwa SEFT tidak hanya mampu menghilangkan kecanduan merokok, tapi bisa juga menghilangkan stres, phobia, alergi, trauma, dan lain-lain."SEFT sangat universal dan sangat mudah dilakukan," ujar Faiz.

Continue Reading...

Cara Menghentikan Kebiasaan Merokok dengan 7 Langkah

Berhenti merokok tidaklah semudah membalik telapak tangan.  Menurut direktur pendidikan masyarakat di American Lung Association of New Yo di New York City, Rami Bachiman, hanya 10 persen di antara 20 juta perokok yang mencoba berhenti tiap tahun akhirnya mencapai sukses.

Ada bermacam-macam strategi yang dapat digunakan untuk menolong diri sendiri seperti  membuat tangan tetap sibuk mengunyah wortel, menghela napas panjang di udara segar, minu air putih, atau bahkan menghadiahi diri sendiri.

Kendatipun demikian berikut ini beberapa cara yang dapat meningkatkan peluang Anda untuk berhasil berhenti merokok dan tidak kembali lagi ke kebiasaan semula selama minggu-minggu pertama yang sangat kritis :

1. Catat kemajuan Anda. Bila Anda mencoba berhenti merokok secara pelan-pelan tetapi mantap, yang penting Anda perbuat adalah menetapkan kapan Anda akan betul-betul meninggalkan rokok.  Akan tetapi sementara itu, catat setiap batang rokok yang Anda isap-di mana dan dalam kondisi apa, saran Don R. Powel, Ph.D. ketua American Institute for Preventive Medicine di Farmingto Hills, Michigan, yang juga seorang mantan perokok. Ini aka memudahkan Anda mengidentifikasi situasi-situasi yang menyebabka Anda merokok lalu menentukan perilaku alternatif sebagai penggant merokok.  

2. Tahan keinginan Anda. Apabila Anda berhenti merokok secara bertahap, tiap kali Anda merasakan dorongan untuk merokok' tunggu lima menit sebelum menyalakannya', kata Dr. Powell.  Setelah beberapa hari, perpanjang penundaan itu hingga 10 menit. Beberapa hari kemudian, perpanjang lagi menjadi 15 menit, dan seterusnya. "Anda akan menemukan bahwa dorongan untuk merokok semakin lama akan menghilang semakin cepat," katanya.

3. Cari pertolongan. Entah Anda ingin berhenti secara mendadak atau secara bertahap dengan pelan-pelan mengurangi banyak rokok yang Anda isap, alangkah baiknya bila ada orang yang memberikan dukungan. Dengan dukungan dari beberapa orang, hasilnya akan
jauh berbeda.  Mintalah dukungan dari teman-teman dan keluarga, atau dari  perkumpulan yang sama-sama ingin berhenti merokok.

4. Minum sari jeruk. Bagian paling sulit dari cara berhenti langsung dan menyeluruh, yang paling populer (tetapi bukan paling menjamin keberhasilan), adalah ketika Anda harus mengatasi reaksi-reaksi akibat hilangnya asupan nikotin, dan ini bisa berlangsung selama satu atau dua pekan. Akan tetapi Anda akan lebih mudah mengatasi reaksi-reaksi seperti mudah tersinggung, cemas, bingung, sulit konsentrasi, dan sulit tidur akibat penghentian asupan nikotin secara jauh lebih cepat apabila Anda banyak meminum sari jeruk selama masa itu. Itu karena sari jeruk membuat urin Anda lebih asam, jadi lebih cepat mengusir nikotin dari tubuh Anda, kata Thomas Cooper, D.D.S., seorang peneliti ketergantungan nikotin dan dosen ilmu kesehatan mulut di University of Kentucky di Lexington.

Selain itu rasa jeruk dalam mulut bisa membuat Anda merasa bahwa rokok tidak enak. Akan tetapi, bila Anda berhenti merokok dengan bantuan permen karet atau plester mengandung nikotin dari dokter, hindari minum sari jeruk dan minuman-minuman asam lain, karena dengan obat itu Anda ingin agar nikotin tetap ada dalam sistem Anda.

5. Bayangkan bahwa Anda sedang flu. Sebelum memberikan permen karet atau plester mengandung nikotin, ada dokter yang biasan meminta pasien yang ingin berhenti merokok agar membayangkan bahwa mereka sedang sakit flu.

Menurut Douglas E Jorenby, koordinator kegiatan klinis  di Center for Tobacco Research  and Intervention di University of Winsconsin medical School,  gejala-gejala ketergantungan ini mirip dengan flu.  Anda mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, lesu. Dan seperti ketika sedang flu, tidak banyak yang dapat Anda perbuat selain menunggu sampai mereda dengan sendirinya. Akan tetapi Anda akan mampu melewatinya. Selama Anda tidak menyerah dan kembali ke kebiasaan semula, reaksi ketergantungan itu akan hilang dalam seminggu atau dua minggu."

6. Jauhi bar dart kafe. Godaan terbesar untuk merokok lagi adalah ketika Anda pergi ke bar atau kafe, kata Dr. Jorenby. "Bagi banyak orang, kalau tangan yang satu memegang minuman, tangan yang lain harus memegang rokok. Oleh sebab itu jauhi dulu bar atau kafe selama setidaknya dua minggu pertama setelah berhenti merokok." Sebaliknya, sering-seringlah pergi ke perpustakaan, tempat ibadah, dan tempat-tempat umum lain yang melarang orang merokok. "Orang yang berhenti merokok tidak usah bersumpah tidak akan ke bar atau ke kafe lagi, tetapi berdasarkan pengalaman kami, tempat itu mengundang risiko tinggi bagi Anda, kecuali bila Anda telah berhasil mengatasi keinginan untuk merokok."

7. Tulis surat kepada istri tercinta. Ketika ketergantungan nikotin menyerang Anda, alih-alih mengambil rokok dan korek api, angkatlah pena kemudian tulis surat kepada istri Anda yang menerangkan mengapa merokok sangat penting dalam hidup Anda, kata Robert Van de Castle, ' Ph.D., profesor emeritus di University of Virginia Medical Center di Charlottesville. Dalam surat itu, cobalah menerangkan mengapa Anda meneruskan kebiasaan itu walaupun tahu bahwa itu akan mengurangi umur Anda dan mungkin tidak akan dapat menyaksikan putra Anda lulus dari perguruan tinggi, menikah atau peristiwa penting lain.
Continue Reading...

Cara Menghentikan Kebiasaan Merokok Dengan Makanan atau Minuman

Kamis, 10 November 2011

Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia atau bisa disingkat KBBI rokok adalah gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yg dibungkus (daun nipah, kertas); (nomina). Atau dapat diartikan rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah.

Merokok merupakan salah satu kebiasaan tidak sehat yang sayangnya masih dilakukan banyak orang. Kandungan dalam rokok terbilang berbahaya karena di dalamnya terdapat CO (karbon Monoksida) yang dapat mengurangi kemampuan darah untuk membawa Oksigen, selain itu terdapat zat kimia yang lain yaitu TAR yang berdampak merusak sel paru-paru dan menyebabkan kanker, Nikotin yang membuat anda menjadi ketagihan untuk mencoba lagi, dan lainnya.

Banyak cara untuk menyingkirkan kecanduan nikotin, seperti mengunyah permen karet khusus, mengonsumsi pil atau obat, olahraga, meditasi, aktif dalam beberapa kegiatan, hingga membuat beberapa perubahan substansial dalam gaya hidup.

Namun, tidak banyak orang yang sadar tentang fakta bahwa apa yang kita makan dan minum sebenarnya dapat membantu meningkatkan atau memperburuk rasa rokok. Menurut para ahli dari Duke University, makanan dan minuman seperti daging dan minuman berkafein membuat merokok lebih berselera. Namun, produk susu dan sayuran segar justru membuat rokok terasa lebih buruk. Sekarang, mari kita lihat lima makanan dan minuman yang dapat membantu kita berhenti merokok. Contohnya seperti berikut ini :

1. Anggur merah (red wine

Segelas anggur merah sehari menurunkan risiko kanker paru-paru baik pada perokok maupun nonperokok. Para peneliti dari South California menemukan, orang yang minum segelas anggur merah setiap hari memiliki kemungkinan 60 persen lebih rendah untuk menderita kanker paru-paru. Anggur merah memiliki flavonoid dan resveratrol, juga sangat berguna untuk jantung dan darah (karena mencegah terjadinya penggumpalan darah).

Namun, Anda juga harus berhati-hati dan jangan mengonsumsi banyak anggur merah karena situasi ini akan menghadapkan Anda pada dua masalah sekaligus, yakni kecanduan nikotin (rokok) dan alkohol.

2. Jus jeruk 

Jika Anda ingin cepat berhenti merokok, cobalah lebih banyak mengonsumsi jus jeruk. Pasalnya, ketika seseorang merokok secara teratur, mereka akan kehilangan banyak vitamin C, dan tubuh mereka akan digunakan untuk bertukar dengan beberapa elemen yang tidak alami dari nikotin. Beberapa buah-buahan seperti jeruk, lemon, kismis hitam, dan buah delima merupakan makanan terbaik bagi mereka yang mencoba untuk menyingkirkan ketergantungan nikotin.

3. Seledri

Seledri, bersama dengan sayuran lain seperti zukini, kacang-kacangan, dan mentimun juga memengaruhi rasa rokok. Bahkan, ilmuwan menilai, banyak mengonsumsi jenis makan tersebut dapat mengurangi ketergantungan nikotin (asalkan tidak mengonsumsi alkohol). Ini juga sekaligus menjawab mengapa mengudap batang seledri dapat membantu mengurangi keinginan ngemil. Namun, Anda tidak perlu khawatir jika tidak suka seledri karena seledri bisa digantikan dengan wortel.

Namun perlu diingat, makan banyak sayuran manis tidak terlalu baik karena jumlah glukosa yang berlebihan akan mengaktifkan area otak yang bertanggung jawab terkait kesenangan dan kepuasan. Dengan demikian, glukosa dapat merangsang nafsu.

4. Susu dan produk susu lainnya 

Banyak perokok mengatakan, setelah minum segelas susu, merokok tidak membawa rasa dan kepuasan yang diharapkan. Susu membuat rasa rokok menjadi sangat pahit dan tidak menyenangkan. Cara ini dapat membantu mengurangi ketagihan dan membantu menyingkirkan kecanduan nikotin.





5. Brokoli

Brokoli adalah jenis sayuran hijau yang sangat bermanfaat untuk semua orang karena memiliki berbagai macam sifat terapeutik. Secara khusus, hal ini membantu untuk menurunkan risiko penyakit paru-paru, termasuk kanker paru-paru. Brokoli mengandung sulforaphane, zat yang meningkatkan aktivitas gen NRF2 dan melindungi paru dari kerusakan akibat toksin dari nikotin. Sayangnya, studi menemukan bukti bahwa sifat terapeutik pada brokoli tidak bekerja untuk perokok karena nikotin membunuh aktivitas sulforaphane.
Continue Reading...

Bahaya Shisha atau Syisah (Rokok Ala Arab)

Senin, 10 Oktober 2011

Mengisap shisha sudah menjadi trend beberapa tahun terakhir ini, pilihan tempat dan aromanya juga bervariasi dari aroma buah, mint hingga kopi.

Banyak anggapan bahwa mengisap tembakau shisha tak seberbahaya merokok cigaret biasa, sebab :

kandungan air yang digunakan dalam shisha berfungsi sebagai penyaring racun tembakau yang berbahaya. Pengguna biasanya menghisap asap tembakau setelah asap tersebut melewati gelembung air.

Namun sebuah penelitian terbaru yang dijabarkan dalam Journal of the American Medical Association awal bulan ini memperlihatkan bahwa perokok sisha sebenarnya lebih banyak menghirup nikotin ketimbang perokok cigaret !!

S. Katherine Hammond, Kepala Divisi Ilmu Kesehatan Lingkungan dari University of California, Berkeley yang bersusah payah melakukan penelitian "Sebaiknya para pengguna hookah (atau sisha) berpikir dua kali untuk menyalakan pipa tersebut. Aktivitas ini bukan tanpa resiko seperti yang selama ini mereka kira. Justru benar2 tidak aman" Ujarnya.

Pernyataan tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 27 mahasiswa yang biasa menghisap shisha selama satu jam dalam tiga malam yang berbeda. Lima mahasiswa yang tidak bersentuhan dengan shisha juga diturutsertakan dalam penelitian ini, tapi mereka harus tetap tinggal dalam ruangan dengan mahasiswa yang sedang menghisap shisha.

Sebelumya selama 84 jam mereka harus bebas dari shisha. kemudian responden menghisap shisha yang didalamnya mengandung air serta 10 gram tembakau Al-Fakher. Hasilnya rata2 kandungan karbon monoksida yang dihirup perokok mencapai 42 part per million (ppm), lebih tinggi dibanding yang ditemukan pada perokok cigaret 17 ppm.

Katherine mengalami kesulitan untuk mengetahui secara pasti bentuk penggunaan shisha seperti apa yang dapat meningkatkan resiko penyakit paru2 atau jantung. "Shisha mungkin saja tidak akan membuat anda mengidap kanker paru2, tapi akan mempengaruhi kesehatan anda dengan cara lain" ujarnya.

Thomas Eissenberg, professor psikologi dari Virginia Commnonwealth University memaparkan lebih jauh, Ia mengatakan bahwa penelitian menunjukan menghisap shisha selama 45 menit membuahkan jumlah tar 36 kali lebih tinggi dibanding merokok cigaret selama 5 menit. "Tar mengandung senyawa unsur utama asap yang dapat menimbulkan kanker. walaupun belum jelas apakah jenis tar dalam shisha berbeda dengan cigaret"

Edward Rosenow dan koleganya dari Mayo clinic, mengatakan walaupun sudah disaring dengan air, asap tembakau yang diproduksi shisha masih mengandung zat beracun dengan kadar tinggi.

"Jadi merokok dengan menggunakan shisha itu sama berbahayanya dengan rokok cigaret"


Sumber : http://sangmujahidmuda.blogspot.com/2009/12/bahaya-syisah-merokok-ala-arab.html
Continue Reading...

Sebatang Rokok Bagi Pemula, Efektif Picu Ketergantungan

Selasa, 17 Mei 2011

"Selama ini kita mengetahui bahwa perkembangan proses dari pengalaman menghisap satu batang rokok pertama, hingga menjadi seorang perokok dapat melalui waktu selama beberapa tahun," kata Jennifer Fidler dari University College London. "Namun untuk pertama kalinya, kami menemukan bukti bahwa ada periode dimana terjadi "efek pencetus ketergantungan" atau "kerentanan terhadap ketergantungan nikotin," yang dapat memakan waktu beberapa tahun lamanya terhitung sejak seseorang menghisap rokok pertamanya, hingga pada akhirnya menjadikan dirinya sebagai perokok berat," ujarnya.

Fidler dan rekan-rekan penelitinya, menganalisa dampak dari menghisap rokok pertama terhadap lebih dari dua ribu anak dalam kisaran umur 11 hingga 16 tahun selama lima tahun berturut-turut. Dari 260 anak yag memiliki pengalaman menghisap rokok pertama mereka pada usia 11 tahun, 18% diantaranya telah menjadi perokok berat pada saat mereka mencapai usia 14. Tetapi hanya 7% dari anak usia kelompok 11 tahun yang tidak pernah mempunyai pengalaman merokok sama sekali, yang menjadi perokok berat selang tiga tahun kemudian. "Hasil penelitian menunjukan bahaw pengalaman pertama menjadi faktor penentu utama, bahwa seseorang akan menjadi seorang perokok berat dikemudian hari," kata Fidler yang melaporkan penemuannya dalam jurnal Tobacco Control yang terbit akhir pekan ini.

Para ilmuwan masih belum mendapatkan kepastian atas pertanyaan mengapa satu batang rokok pertama memiliki dampak sedemikian rupa, namun mereka mengatakan unsur nikotin dapat mengubah situasi tatanan dalam otak, yang dapat membuat anak-anak lebih rentan terhadap kondisi stres atau depresi. Dan juga dapat membuat mereka memiliki kecenderungan lebih besar untuk mengulangi pengalaman merokok.

Rokok pertama juga menghilangkan rasa takut atau cemas tertangkap basah, atau ketahuan melakukan merokok oleh orang tua atau guru mereka, yang sesungguhnya dapat mencegah mereka untuk memiliki kebiasaan buruk itu dikemudian hari. Jean King dari lembaga peneliti kanker di Inggris mengatakan penemuan Fidler dan kawan-kawannya memiliki implikasi yang amat penting, dan tentunya amat berguna dalam upaya "kampanya anti rokok". "Setiap penelitian yang membantu mengungkapkan proses yang terjadi di kalangan remaja, yang kemudian menjadi kelompok perokok, adalah kunci utama untuk mengambangkan dan membuat target efektif dalam upaya mencegah para remaja untuk mempunyai keinginan mulai mencoba-coba merokok untuk pertama kalinya."
Continue Reading...

Kehidupan Seksual dalam Rokok

Selasa, 15 Maret 2011

Rokok merupakan pembunuh terbesar. Lebih dari 400 ribu orang di AS meninggal tiap tahunnya karena penyakit yang ditimbulkan dari merokok. Namun tahukah Anda sebelum rokok membunuh Anda, mereka pertama kali akan membunuh kehidupan seksual Anda.

Menurut asiseten professor psychiatry di Albert Einstein College of Medicine, Dr. Madeleine Castellanos, rokok bisa fatal bagi kehidupan seksual Anda karena komponen yang ditemukan dalam rokok itu sendiri, terutama bahan aktif nikotin yang berdampak pada aliran darah. Bahkan perokok dua kali lebih mungkin mengembangkan disfungsi ereksi (impoten) dibandingkan yang tidak merokok.

"Fungsi seksual yang baik tergantung pada aliran darah yang baik. Nikotin, bagaimanapun, adalah vasokonstriktor yang sangat kuat, mempengaruhi pembuluh darah dalam dua cara," kata Castellanos seperti dilansir FoxNews, Selasa (15/3).

Pertama, sebagai stimulan, menyebabkan secara langsung kejang arteri, mempengaruhi arteri dari jantung, paru-paru, mata, organ dalam, lengan, kaki, dan tentu saja,alat kelamin. Selanjutnya, akan merusak lapisan pembuluh darah, merusak kemampuan untuk bersantai dan memungkinkan lebih banyak aliran darah.

Nikotin juga mengganggu mekanisme dalam pembuluh darah yang dapat membantu mempertahankan ereksi. Semua ini menyebabkan penurunan darah yang tersedia untuk ereksi dan ketidakmampuan untuk menjaga darah yang keluar dari kebocoran.

Nikotin adalah suatu pembatas pembuluh darah yang kuat dan cepat, yang cenderung memberi efek langsung pada aliran darah di kelamin. Penelitian yang menggunakan pencitraan Doppler telah menunjukkan bahwa arteri yang lebih dalam, memasok darah ke penis sesegera mungkin, merespons rokok sehingga tidak ada aliran darah yang terlihat setelah dua batang rokok dikonsumsi. Catatan, bahwa ini sama jumlahnya pada nikotin yang ditemukan di sebagian besar permen karet nikotin.

Walaupun efek dari nikotin berbalik setelah berhenti merokok atau berhenti menggunakan pengganti nikotin, ada juga kerusakan jangka panjang pada lapisan arteri serta saraf.

Kerusakan yang disebabkan oleh nikotin bersama dengan beberapa komponen rokok lain, meningkat dari waktu ke waktu ke titik yang tidak bisa berubah. Beberapa komponen ini meliputi:
• Nikotin
• Karbon monoksida
• isoprena
• asetaldehida
• gas Ethelene

Kerusakan kumulatif ini menjaga arteri yang menanggapi rangsangan seksual sehingga tidak ada relaksasi lebih lanjut dari pembuluh darah untuk memungkinkan aliran darah yang tepat untuk ereksi. Bahkan, para peneliti telah menemukan bahwa penurunan ereksi di malam hari sebanding dengan jumlah rokok satu dalam sekali merokok. (MEL)
Continue Reading...

Bahaya Anak SD Mulai Merokok

Minggu, 30 Januari 2011

Candu rokok mulai merajalela dikalangan pelajar, bahkan pada anak Sekolah Dasar (SD). Ironis jika candu rokok sudah meracuni kalangan murid SD. Kasusnya justru ditemukan di daerah-daerah miskin.

Psikiater Prof Dadang Hawari mengemukakan, penerimaan kas negara dan ketersediaan lapangan kerja menjadi dalih terhadap keberadaan industri rokok di tanah air selama ini.

Alhasil, konsumsi rokok terus merajalela. Bahkan, khusus dikalangan pelajar, konsumsi rokok sudah merambah ditingkat SD. “Kampanye anti rokok tidak efektif jika hanya bersandar pada slogan formalitas. Kampanye harus dibarengi kesadaran kolektif semua pihak untuk mengurangi konsumsi rokok. Bila perlu cukai dan harga jual rokok yang berlaku saat ini dinaikan lagi berlipat ganda, “ujarnya.

Dia menambahkan, pengeluaran uang untuk rokok itu lebih banyak dari biaya beli buku. Ironisnya, orang tua murid kesulitan membeli bahan pokok. Candu rokok ikut menambah rumit lingkaran kemiskinan dinegeri ini.

Dadang mengatakan, satu dari tiga remaja di Indonesia saat ini sudah pernah mengisap rokok. Apalagi candu rokok adalah gerbang menuju penggunaan zat-zat adiktif berbahaya, seperti minuman keras, narkotika, dan psikotropika.

“Mulanya coba-coba, lalu akhirnya kecanduan. Masalahnya, kalangan remaja dipastikan tidak selamanya punya uang berlebih untuk memenuhi zat-zat adiktif, “ujarnya. Ketika naluri candu sudah menagih, pikiran sangat potensial mengarah pada tindak kriminal, semisal mencuri dan menodong,”ujarnya.

Untuk mengefektifkan kampanye anti rokok, ia mengingatkan perlunya kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat tentang bahaya rokok. “Harus ada citra bahwa remaja yang cerdas, gagah, dan sehat adalah remaja yang tidak merokok,” katanya.
Continue Reading...

Bahaya Rokok bagi kesehatan kita?

Jumat, 28 Januari 2011

Tentang bahaya rokok pada umumnya saya rasa sudah banyak yang tahu, apalagi bagi orang yang tiap hari menghisap rokok, soalnya kan dalam setiap bungkus rokok terdapat tulisan tentang bahaya rokok, seperti ini. "MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANGKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN"

bahaya rokok terhadap kesehatan kita

Tapi anehnya meski pada bungkus atau kemasan rokok sudah tercantum tulisan tentang bahaya rokok yang sangat menakutkan, tetap saja banyak yang merokok.
Rokok mengandung lebih dari empat ribu zat-zat dan dua ribu diantaranya telah dinyatakan berdampak tidak baik bagi kesehatan kita, diantaranya adalah bahan radioaktif (polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), pencuci lantai (ammonia), ubat gegat (naphthalene), racun serangga (DDT), racun anai-anai (arsenic), gas beracun (hydrogen cyanide) yang digunakan di “kamar gas maut” bagi pesalah yang menjalani hukuman mati, serta masih banyak lagi. Dan zat pada rokok yang paling berbahaya adalah Tar, Nikotin dan Karbon Monoksida. Tar mengandung kurang lebih empat puluh tiga bahan yang menjadi penyebab kanker atau yang disebut dengan karsinogen. Nikotin mempunyai zat dalam rokok yang dapat menyebabkan ketagihan, ini yang menyebabkan para pengguna rokok sulit sekali untuk berhenti merokok. Nikotin merupakan zat pada rokok yang beresiko menyebabkan penyakit jantung, 25 persen dari para pengidap penyakit jantung disebabkan oleh kegiatan merokok

 bahaya rokok


 Berikut ini adalah bahaya rokok terhadap kesehatan kita
rokok dapat menyebabkan Kanker pundi kencing,
  • Kanker perut,
  • Kanker usus dan rahim ,
  • Kanker mulut ,
  • Kanker Esofagus,
  • Kanker tekak,
  • Kanker pankrias,
  • Kanker payudara,
  • Kanker paru-paru,
  • Penyakit saluran pernafasan kronik
  • Strok,
  • pengkroposan tulang atau yang dikenal dengan osteoporosis
  • Penyakit jantung,
  • Kemandulan,
  • Putus haid awal,
  • Melahirkan bayi yang cacat
  • Keguguran bayi,
  • Bronkitis,
  • Batuk,
  • Penyakit ulser peptik,
  • Emfisima,
  • Otot lemah,
  • Penyakit gusi,
  • Kerusakan mata

Yang tersebut diatas adalah bahaya rokok bagi perokok aktif, apa itu perokok aktif ? perokok aktif adalah orang yang merokok secara langsung menghisapnya rokok, sedangkan perokok pasif adalah orang yang tidak secara langsung menghisap rokok, tetapi menghisap asap rokok yang dikeluarkan dari mulut orang yang sedang merokok.

bahaya rokok

struktur kandungan bahaya rokok
Di bawah ini merupakan bahaya asap rokok bagi perokok pasif.
Meningkatkan risiko kanker paru-paru dan penyakit jantung
Masalah pernafasan termasuk radang paru-paru dan bronkitis
Sakit atau pedih mata
Bersin dan batuk-batuk
Sakit kerongkong
Sakit kepala
 
Zat Yang terkandung dalam asap rokok adalah :2 kali lebih banyak nikotin
5 kali lebih banyak karbon monoksida
3 kali lebih banyak tar
50 kali lebih zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan

Bahaya asap rokok terhadap ibu hamil dan janin yang dikandungnya
Keguguran janin
Tumbesaran janin terencat – 30% lebih tinggi
Kematian janin dalam kandungan
Pendarahan dari uri (abruption placenta)
Berat badan berkurang – 20 hingga 30%

Bahaya asap rokok terhadap bayi
Masalah dan penyakit pernafasan
Mengganggu terhadap perkembangan kecerdasan
Jangkitan telinga
Leukeamia
Kanker otak 22%
Cepat lelah
Sindrom kematian secara mendadak
Continue Reading...

Sebatang Rokok Bagi Pemula, Efektif Picu Ketergantungan

Kamis, 02 Desember 2010

Cukup hanya mencoba menghisap satu batang rokok saja, terbukti hal itu menjadi sesuatu yang berbahaya bagi mereka yang bukan perokok, jauh berbeda dengan apa yang selama ini orang sangka. Para ilmuwan telah menemukan bahwa satu batang rokok pertama yang dihisap oleh seseorang memberikan ''efek pencetus ketergantungan,'' dan menambah kerentanan seseorang selama kurun waktu tiga tahun atau lebih untuk menjadi seorang perokok.

"Selama ini kita mengetahui bahwa perkembangan proses dari pengalaman menghisap satu batang rokok pertama, hingga menjadi seorang perokok dapat melalui waktu selama beberapa tahun," kata Jennifer Fidler dari University College London.

"Namun untuk pertama kalinya, kami menemukan bukti bahwa ada periode dimana terjadi "efek pencetus ketergantungan" atau "kerentanan terhadap ketergantungan nikotin," yang dapat memakan waktu beberapa tahun lamanya terhitung sejak seseorang menghisap rokok pertamanya, hingga pada akhirnya menjadikan dirinya sebagai perokok berat," ujarnya.

Fidler dan rekan-rekan penelitinya, menganalisa dampak dari menghisap rokok pertama terhadap lebih dari dua ribu anak dalam kisaran umur 11 hingga 16 tahun selama lima tahun berturut-turut. Dari 260 anak yag memiliki pengalaman menghisap rokok pertama mereka pada usia 11 tahun, 18% diantaranya telah menjadi perokok berat pada saat mereka mencapai usia 14. Tetapi hanya 7% dari anak usia kelompok 11 tahun yang tidak pernah mempunyai pengalaman merokok sama sekali, yang menjadi perokok berat selang tiga tahun kemudian.

"Hasil penelitian menunjukan bahaw pengalaman pertama menjadi faktor penentu utama, bahwa seseorang akan menjadi seorang perokok berat dikemudian hari," kata Fidler yang melaporkan penemuannya dalam jurnal Tobacco Control yang terbit akhir pekan ini.

Para ilmuwan masih belum mendapatkan kepastian atas pertanyaan mengapa satu batang rokok pertama memiliki dampak sedemikian rupa, namun mereka mengatakan unsur nikotin dapat mengubah situasi tatanan dalam otak, yang dapat membuat anak-anak lebih rentan terhadap kondisi stres atau depresi. Dan juga dapat membuat mereka memiliki kecenderungan lebih besar untuk mengulangi pengalaman merokok.

Rokok pertama juga menghilangkan rasa takut atau cemas tertangkap basah, atau ketahuan melakukan merokok oleh orang tua atau guru mereka, yang sesungguhnya dapat mencegah mereka untuk memiliki kebiasaan buruk itu dikemudian hari.

Jean King dari lembaga peneliti kanker di Inggris mengatakan penemuan Fidler dan kawan-kawannya memiliki implikasi yang amat penting, dan tentunya amat berguna dalam upaya "kampanya anti rokok"

"Setiap penelitian yang membantu mengungkapkan proses yang terjadi di kalangan remaja, yang kemudian menjadi kelompok perokok, adalah kunci utama untuk mengambangkan dan membuat target efektif dalam upaya mencegah para remaja untuk mempunyai keinginan mulai mencoba-coba merokok untuk pertama kalinya."

Site : http://info-narkotika.blogspot.com
Continue Reading...

Kandungan Rokok

Sabtu, 28 Agustus 2010


Bahaya Merokok Mungkin anda sudah tahu bahwa menghisap asap rokok orang lain di dekat anda lebih berbahaya bagi anda daripada bagi si perokok itu sendiri. Asap Utama adalah asap rokok yang terhisap langsung masuk ke paru-paru perokok lalu di hembuskan kembali. Asap Sampingan adalah asap rokok yang dihasilkan oleh ujung rokok yang terbakar.
Masalahnya adalah, udara yang mengandung asap rokok, dan anda hisap, akan mengganggu kesehatan, karena asap rokok mengandung banyak zat-zat berbahaya, diantaranya :

TAR
Mengandung bahan kimia yang beracun, sebagainya merusak sel paru-paru dan meyebabkan kanker.

KARBON MONOKSIDA (CO)
Gas beracun yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen.

NIKOTIN
Salah satu jenis obat perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah, nikotin membuat pemakainya kecanduan.

Selama beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah membuktikan bahwa zat-zat kimia yang dikandung asap rokok dapat mempengaruhi orang-orang tidak merokok di sekitarnya.
Perokok pasif dapat meningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru dan jantung koroner. Lebih dari itu menghisap asap rokok orang lain dapat memperburuk kondisi pengidap penyakit:

ANGINA
Nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah pada jantung.

ASMA
Mengalami kesulitan bernafas.

ALERGI
Iritasi akibat asap rokok.

Gejala-gejala gangguan kesehatan :
iritasi mata, sakit kepala, pusing, sakit tenggorokan, batuk dan sesak nafas.
Wanita hamil yang merokok atau menjadi perokok pasif, meyalurkan zat-zat beracun dari asap rokok kepada janin yang dikandungnya melalui peredaran darah. Nikotin rokok menyebabkan denyut jantung janin bertambah cepat, karbon monoksida menyebabkan berkurangya oksigen yang diterima janin. Anak-anak yang orangtuanya merokok menghadapi kemungkinan lebih besar untuk menderita sakit dada, infeksi telinga, hidung dan tenggorokan. Dan mereka punya kemungkinan dua kali lipat untuk dirawat di rumah sakit pada tahun pertama kehidupan mereka.
Banyak orang tahu bahaya merokok, tapi tidak banyak yang peduli. Melihat bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan rokok, kiranya diantara kita perlu bahu-membahu berbuat tiga hal utama :
Komunikasi dan informasi tentang bahaya merokok, baik bagi si perokok langsung maupun perokok pasif.
Menyediakan tempat-tempat khusus bagi orang yang merokok agar yang bukan perokok tidak terkena dampak negatifnya.
Jangan merasa segan untuk menegur perokok, jika anda merasa terganggu

Site : http://info-narkotika.blogspot.com
Continue Reading...

Sebatang Rokok Bagi Pemula, Efektif Picu Ketergantungan

Jumat, 27 Agustus 2010

Cukup hanya mencoba menghisap satu batang rokok saja, terbukti hal itu menjadi sesuatu yang berbahaya bagi mereka yang bukan perokok, jauh berbeda dengan apa yang selama ini orang sangka. Para ilmuwan telah menemukan bahwa satu batang rokok pertama yang dihisap oleh seseorang memberikan ''efek pencetus ketergantungan,'' dan menambah kerentanan seseorang selama kurun waktu tiga tahun atau lebih untuk menjadi seorang perokok.

"Selama ini kita mengetahui bahwa perkembangan proses dari pengalaman menghisap satu batang rokok pertama, hingga menjadi seorang perokok dapat melalui waktu selama beberapa tahun," kata Jennifer Fidler dari University College London.

"Namun untuk pertama kalinya, kami menemukan bukti bahwa ada periode dimana terjadi "efek pencetus ketergantungan" atau "kerentanan terhadap ketergantungan nikotin," yang dapat memakan waktu beberapa tahun lamanya terhitung sejak seseorang menghisap rokok pertamanya, hingga pada akhirnya menjadikan dirinya sebagai perokok berat," ujarnya.

Fidler dan rekan-rekan penelitinya, menganalisa dampak dari menghisap rokok pertama terhadap lebih dari dua ribu anak dalam kisaran umur 11 hingga 16 tahun selama lima tahun berturut-turut. Dari 260 anak yag memiliki pengalaman menghisap rokok pertama mereka pada usia 11 tahun, 18% diantaranya telah menjadi perokok berat pada saat mereka mencapai usia 14. Tetapi hanya 7% dari anak usia kelompok 11 tahun yang tidak pernah mempunyai pengalaman merokok sama sekali, yang menjadi perokok berat selang tiga tahun kemudian.

"Hasil penelitian menunjukan bahaw pengalaman pertama menjadi faktor penentu utama, bahwa seseorang akan menjadi seorang perokok berat dikemudian hari," kata Fidler yang melaporkan penemuannya dalam jurnal Tobacco Control yang terbit akhir pekan ini.

Para ilmuwan masih belum mendapatkan kepastian atas pertanyaan mengapa satu batang rokok pertama memiliki dampak sedemikian rupa, namun mereka mengatakan unsur nikotin dapat mengubah situasi tatanan dalam otak, yang dapat membuat anak-anak lebih rentan terhadap kondisi stres atau depresi. Dan juga dapat membuat mereka memiliki kecenderungan lebih besar untuk mengulangi pengalaman merokok.

Rokok pertama juga menghilangkan rasa takut atau cemas tertangkap basah, atau ketahuan melakukan merokok oleh orang tua atau guru mereka, yang sesungguhnya dapat mencegah mereka untuk memiliki kebiasaan buruk itu dikemudian hari.

Jean King dari lembaga peneliti kanker di Inggris mengatakan penemuan Fidler dan kawan-kawannya memiliki implikasi yang amat penting, dan tentunya amat berguna dalam upaya "kampanya anti rokok"

"Setiap penelitian yang membantu mengungkapkan proses yang terjadi di kalangan remaja, yang kemudian menjadi kelompok perokok, adalah kunci utama untuk mengambangkan dan membuat target efektif dalam upaya mencegah para remaja untuk mempunyai keinginan mulai mencoba-coba merokok untuk pertama kalinya."
http://info-narkotika.blogspot.com
Continue Reading...