Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan

Tanda-Tandanya Orang Yang Mengidap Virus HPV?

Senin, 12 September 2011


Infeksi virus HPV biasanya tidak menimbulkan gejala dan tanda. Daerah yang terinfeksi dari tubuh Anda tetap benar-benar normal (yang disebut infeksi laten atau tidak aktif). Anda mungkin tidak pernah tahu tentang itu, tapi Anda dapat memberikan infeksi kepada orang lain. Kekebalan tubuh Anda biasanya dapat menghilangkan atau membersihkan infeksi HPV dengan sendirinya.

Tanda lainnya benjolan, yang disebut penyakit kutil kelamin, dapat dilihat pada area genital Anda. Jenis penyakit kelamin ini hampir tidak pernah menyebabkan kanker.
Infeksi HPV pada umumnya banyak diderita perempuan usia muda yang diketahui dengan pemeriksaan pap smear, tetapi tubuh Anda akan membersihkan HPV dan tes Pap akan menjadi normal kembali dalam kurun waktu 2 tahun.

Namun, kadang-kadang infeksi HPV tetap ada di leher rahim Anda dan bila yang menginfeksi adalah HPV onkogenik yang dapat mengakibatkan kanker serviks. Inilah sebabnya mengapa dokter ingin melakukan pemeriksaan tindak lanjut jika Anda memiliki hasil tes Pap yang abnormal.
Continue Reading...

10 Virus Paling Berbahaya Bagi Tubuh Kita

Sabtu, 21 Mei 2011

http://iwandahnial.files.wordpress.com/2009/09/virus-1.jpg
10.Polio
Pada puncak epidemi polio di tahun 1950-an, ada lebih dari 13.000 kasus yang melibatkan kelumpuhan dan 1.000 kematian setiap tahun dari penyakit, banyak dari mereka anak-anak di seluruh dunia.

9.Kaki Gajah
Disebarkan oleh gigitan nyamuk, cacing parasit yang menyebabkan kaki gajah bersarang di sistem getah bening, yang mengontrol respon imun dan retensi cairan hingga terjadi pembengkakan. Yang paling sering terjadi pembengkakan di kaki, tetapi dapat juga terjadi pada lengan, payudara atau bahkan alat kelamin, menyebabkan mereka membengkak dan cacad untuk ukuran besar.

8.Botulism
BT adalah hasil karya dari tanah umum bakteri Clostridium botulinum. Bakteri dapat ditularkan melalui makanan yang tercemar dengan bakteri atau spora, atau melalui luka terbuka. Dalam satu atau dua hari, muncul gejala-gejala neurologis, termasuk bicara cadel, pandangan kabur dan kesulitan bernapas. Otot bergerak lebih lemah, refleks berhenti bekerja, tungkai bisa lumpuh. Akhirnya, diafragma dan otot-otot pernapasan lainnya berhenti bekerja, menyebabkan kematian. Antitoksin dan antibiotik dapat menghentikan perkembangan penyakit.

7.Kusta dan Lepra
Penyakit, juga dikenal sebagai penyakit Hansen, disebabkan oleh Mycobacterium leprae, sebuah bakteri yang menginfeksi saraf perifer. Tanpa fungsi syaraf untuk merasa sakit dan suhu, pasien dapat sering secara tidak sengaja melukai diri sendiri dan infeksi oportunistik dapat mengambil terus, kadang-kadang menyebabkan hilangnya jari atau jari kaki. Selama berabad-abad, penyakit ini diyakini sebagai kutukan. Cerita berlimpah tentang gejala yang menakutkan seperti kulit berubah menjadi daging mati dan anggota badan yang secara tiba-tiba terlepas.

http://agninbhagas.files.wordpress.com/2008/07/hpv-virus.jpg

6.Virus Sapi Gila
Penyakit sapi gila, juga dikenal sebagai bovine spongiform encephalopathy. Dikenal sebagai varian Creutzfeldt-Jakob, penyakit menular melalui daging yang terkontaminasi dan menyebabkan sejumlah gejala neurologis mengerikan degeneratif, termasuk demensia, kehilangan sistem saraf dan otot kontrol, dan akhirnya, kematian.

5.Naegleria (Bakteri Amoeba Pemakan Jaringan Otak)
Amoeba kecil ini menyerang jaringan otak yang di tandai dengan tubuh kejang mulai, diikuti oleh koma. Hidup pada perairan hangat Amerika masuk ke tubuh melalui lubang hidung.

4.Bakteri Kebal Antibiotik
Merupakan mutasi dari bakteri antibiotik yang menyerang sistem imun tubuh.

3.Rabies
Berbusa di mulut, kesulitan menelan, seorang gila takut air, kemarahan, delusi dan halusinasi adalah dampak langung dari virus ini. Menyebar melalui air liur hewan (biasanya melalui gigitan anjing). Jika virus rabies menyerang sistem saraf maka amat mematikan apabila telah sampai ke otak

http://hadifulwan.files.wordpress.com/2009/03/light-virus-1.jpg

2.Ebola, Hanta & Demam Berdarah
ketiga virus ini menyerang tubuh melalui virus yang menyebar bersama darah korban. Virus ini menyebar melalui kotoran hewan dan udara bebas.

1.HIV/AIDS
Virus yang satu ini menyerang kekebalan tubuh dan hingga kini belum ada obatnya. Ibarat menunggu kematian kalau udah terjangkit virus ini.
Continue Reading...

Ebola

Kamis, 09 Desember 2010


Ebola adalah sejenis virus dari genus Ebolavirus, familia Filoviridae, dan juga nama dari penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. Penyakit Ebola sangat mematikan. Gejala-gejalanya antara lain muntah, diare, sakit badan, pendarahan dalam dan luar, dan demam. Tingkat kematian berkisar antara 50% sampai 90%. Asal katanya adalah dari sungai Ebola di Kongo.

Penyakit Ebola dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan tubuh atau kulit. Masa inkubasinya dari 2 sampai 21 hari, umumnya antara 5 sampai 10 hari. Saat ini telah dikembangkan vaksin untuk Ebola yang 100% efektif dalam monyet, namun vaksin untuk manusia belum ditemukan.

PADA tahun 1967 terjadi wabah virus mematikan yang kemudian disebut virus Marburg karena penderita pertama yang diketahui adalah seorang pekerja pabrik vaksin Behringwerke di Marburg, Jerman. Tugas sehari-hari pekerja itu adalah menangani binatang-binatang percobaan untuk membuat vaksin, terutama monyet-monyet tertentu dari Afrika Tengah.

Korban berikutnya adalah seorang dokter hewan dari Yugoslavia yang juga menangani monyet-monyet dari jenis yang sama dengan yang dibawa ke Marburg. Korban wabah virus Marburg ini, setidaknya yang tercatat, tidak banyak.

Negara-negara Eropa segera menghentikan impor monyet-monyet yang diduga membawa virus tersebut, sementara yang sudah masuk ke Eropa dimusnahkan.

Kira-kira sepuluh tahun kemudian, tahun 1976, terjadi wabah lagi yang disebabkan oleh virus yang serangan utamanya terjadi di tepian sungai Ebola, juga di Afrika Tengah. Para pakar virus dari WHO dan CDC Amerika Serikat didatangkan ke sana.

Pada mulanya, mereka mengira virus sejenis virus Marburg sebagai penyebabnya karena gejala awal penyakit yang ditimbulkan mirip penyakit Marburg, hanya lebih ganas. Tetapi, kemudian mereka berkesimpulan bahwa virusnya adalah jenis baru dan diberi nama virus Ebola.

Sampai sekarang tidak dapat diketahui dari mana virus itu berasal, atau hewan apa yang menjadi "host" awalnya. Berbagai binatang yang dijumpai di sekitar tepian sungai Ebola diteliti, dari serangga, ular, sampai monyet, tetapi tidak ditemukan indikasi bahwa virus itu dari hewan-hewan tersebut.

Ngeri kan? Bayangkan, diam-diam tanpa tahu virusnya, badan kita lemah dan hancur dari dalam. langsung mati. Berdoalah, semoga virus-virus seperti ini tak pernah beredar ke seluruh dunia.
Continue Reading...

Flu Burung

Senin, 06 September 2010

Virus H5N1 merupakan jenis virus flu burung yang sangat ganas, yang menjadi penyebab utama penyakit pada unggas. Virus ini pernah ditemukan juga pada babi dan kucing, tetapi tidak menimbulkan gejala sakit pada hewan tersebut. Sampai dengan saat ini, belum ditemukan bukti ilmiah bahwa kedua jenis hewan tersebut bertindak sebagai sumber penularan virus H5N1.

Pada kasus yang langka, penyakit ini juga dapat menyebar pada manusia. Kasus infeksi virus H5N1 pada manusia yang pertama kali tercatat, terjadi di Hong Kong pada tahun 1997, ketika virus H5N1 yang menyebabkan penyakit pernafasan sangat berat tersebut menyerang 18 orang, 6 di antaranya meninggal. Virus ini kemudian dapat dikendalikan dan kasus infeksi pada manusia lenyap tanpa dapat terdeteksi selama beberapa tahun, sampai timbul kembali di Asia pada tahun 2003. Sejak saat itu, virus tersebut kembali terdeteksi di banyak negara serta menyebabkan penyakit bahkan tingginya tingkat kematian pada jutaan unggas. Lebih dari 140 orang meninggal karena penyakit ini. Kasus pertama pada unggas di Indonesia diidentifikasikan di dua kabupaten yaitu Pekalongan dan Tangerang pada bulan Agustus 2003, sementara kasus pertama pada manusia terjadi di Kabupaten Tangerang pada bulan Juli 2005.



Saat ini virus H5N1 tidak mudah menyebar dari unggas ke manusia, atau dari manusia ke manusia. Akan tetapi, kejadian yang terus berulang oleh virus H5N1 pada unggas dan manusia meningkatkan kemungkinan terjadinya virus baru yang dapat menular dari manusia ke manusia, yang berpotensi memicu pandemi di seluruh dunia. Pemerintah Indonesia, World Health Organizaton (WHO), Food and Agriculture Organization (FAO), dan badan internasional lainnya serta mitra lokal bekerja sama untuk mengendalikan virus H5N1 dan mencegah pandemi pada manusia.

GEJALA KLINIS - Manusia
Gejala-gejala awal flu burung seringkali sama dengan influenza musiman manusia (batuk, sakit tenggorokan, demam tinggi, sakit kepala, sakit otot, etc). Penyakit ini dapat berkembang menjadi pneumonia dimana mungkin akan terjadi, kekurangan angin, susah bernafas dan gagal pernafasan. Apabila anda merasa telah terpapar dengan flu burung dan anda mulai menunjukkan gejala-gejala menyerupai influenza, segeralah cari perhatian medis. Sumber: WHO

Gejala Klinis – Burung
Gejala klinis (Tanda-tanda kesehatan) penyakit ini sangat beragam dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat keganasan (virulensi) virus yang menginfeksi, spesies yang tertular, umur, jenis kelamin, penyakit lain yang menyertainya dan lingkungan.

Pada tipe (jenis ) AI yang virulen (sangat patogen) yang biasanya dikaitkan dengan “fowl plaque’ (sampar unggas), penyakitnya muncul secara tiba-tiba pada sekelompok unggas dan mengakibatkan banyak unggas mati baik tanpa disertai oleh adanya tanda-tanda awal atau hanya ditandai oleh gejala klinis yang minimal seperti depresi, kurang selera makan (hilangnya nafsu makan), bulu kusam dan berdiri serta demam. Unggas lainnya terlihat lemas dan berjalan sempoyongan. Ayam betina mula-mula akan menghasilkan telur dengan cangkang (kulit telur) lunak, namun kemudian akan segera berhenti bertelur. Unggas yang sakit seringkali terlihat duduk atau berdiri dalam keadaan hampir tidak sadarkan diri dengan kepala menyentuh tanah. Jengger dan pialnya terlihat berwarna biru gelap (cyanotic) dan bengkak (oedematous) serta mungkin menunjukkan adanya bintik-bintik pendarahan di ujungnya. Diare cair yang parah seringkali terjadi dan unggas terlihat sangat haus. Pernapasan terlihat berat (sesak napas). Bintik-bintik perdarahan sering ditemukan pada kulit yang tidak ditumbuhi bulu. Tingkat kematiannya berkisar antara 50 sampai 100%.

Pada ayam potong, gejala penyakitnya seringkali tidak begitu jelas, yang mula-mula ditandai oleh depresi parah, berkurangnya nafsu makan, dan peningkatan jumlah kematian yang nyata. Kebengkakan (oedema) pada wajah dan leher serta berbagai gejala gangguan saraf seperti leher berputar (torticollis) dan gerakan yang tidak terkoordinasi (ataxia) juga mungkin terlihat. Gejala yang tampak pada kalkun mirip dengan gejala yang terlihat pada ayam petelur, namun penyakitnya berlangsung 2 atau 3 hari lebih lama dan kadang-kadang disertai oleh pembengkakan pada sinus hidung. Pada itik peliharaan dan angsa gejala depresi, kurang nafsu makan dan diarenya mirip dengan gejala pada ayam petelur meskipun seringkali disertai dengan pembengkakan pada sinus hidung. Unggas-unggas muda bisa menunjukkan gejala-gejala gangguan saraf.

Site : http://info-narkotika.blogspot.com
Continue Reading...

Virus flu babi

Baru-baru ini wabah flu babi dilaporkan menginfeksi Amerika dan Meksiko. Korban meninggal di Meksiko mencapai 68 orang, 20 orang positif flu babi dan 1.004 orang terinfeksi. Sementara di Amerika flu babi telah menginfeksi 8 orang di Texas dan California. Ditemukannya wabah flu babi ini apakah menjadi bertanda akan terjadinya pandemik flu babi seperti kejadian flu burung beberapa tahun silam?, saat ini belum diketahui pasti akan terjadinya pandemik atau tidak tetapi yang penting antisipasi dan pencegahan ke arah itu harus diwaspadai. Terkait dengan flu babi, berikut ini beberapa hal penting sebagai informasi yang berhubungan dengan penyakit tersebut.



Flu babi adalah penyakit flu yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. virus ini termasuk dalam keluarga Orthomyxoviridae. Virus flu babi ini masih satu genus dengan virus penyebab flu burung. Virus influenza A ini menjadi perhatian karena galur virus yang berbeda menyebabkan influenza pada unggas, kuda dan babi. Flu babi merupakan salah satu penyakit zoonosis yang ditakuti selain flu burung karena dapat menginfeksi manusia.

Sejarah Influenza Babi

Influenza babi pertama kali diamati di Amerika Serikat bagian Tengah Utara pada saat terjadinya epidemic influenza manusia tahun 1818-1819, dan dalam jangka waktu lama dilaporkan hanya terjadi di daerah tersebut (tempat terjadinya wabah tahunan pada setiap musim dingin). Influenza babi merupakan penyakit pernafasan yang paling sering menyerang babi di Amerika Utara. Wabah juga dilaporkan terjadi di Kanada, Amerika Selatan, Asia dan Afrika pada awal tahun 1968. Di Eropa, flu babi berjangkit pada tahun 1950-an di Cekoslovakia, Inggris dan Jerman Barat, kemudian virusnya sepertinya menghilang.

Wabah kembali berjangkit tahun 1976 di Italia bagian utara dan menyebar ke Belgia dan Prancis bagian utara pada tahun 1979. Isolate virus influenza babi yang diambil di Eropa selama dan setelah 1979 berkerabat tetapi jauh berbeda dengan galur klasik yang dijumpai di Amerika Serikat. Secara antigenik dan genetik isolat Eropa, kecuali Italia (serupa dengan galur Amerika Serikat) berkerabat dekat dengan isolat virus H1N1 dari itik. Dengan demikian dua varian antigenic yang berbeda dari virus influenza babi dari subtipe H1N1 dan beredar bersama-sama pada babi di berbagai belahan dunia. Babi juga dapat diinfeksi oleh galur virus influenza H3N2 yang berasal dari manusia dan unggas tetapi infeksinya tidak terlalu kentara.

Epidemiologi

Influenza babi biasanya muncul ketika babi yang berasal dari kawanan terinfeksi dimasukkan ke kawanan yang peka. Penyakit ini seringkali muncul bersamaan pada beberapa peternakan di suatu daerah dan terjadi wabah. Wabah mulai timbul pada akhir musim gugur dan paling buruk selama musim dingin. Virus keluar melalui ingus, dan penularan dari babi ke babi lainnya melalui kontak langsung atau menghirup partikel-partikel kecil dalam air yang mengandung virus.

Virus influenza babi (H1N1) juga menginfeksi kalkun dan manusia. Infeksi pada kalkun dapat menimbulkan gejala klinis penyakit pernafasan atau menurunnya produksi telur dan meningkatnya jumlah telur yang tidak normal. Infeksi pada manusia relatif biasa terjadi pada jagal dan peternak babi dan dapat menyebabkan penyakit pernafasan, terjadinya demam, lesu, letih, nyeri tenggorokan, penurunan nafsu makan, dan mungkin diikuti muntah, mual dan diare. Penularan dari manusia ke manusia biasanya terbatas dan belum ada catatan pasti.

Gejala Klinis

flu babi Masa inkubasi 1-3 hari. Gejala klinis yang utama terbatas pada saluran pernafasan, mendadak timbul pada sebagian besar babi dalam kelompok. Babi yang terinfeksi tidak mampu berjalan dengan bebas dan cenderung bergerombol. Terjadi radang hidung, pengeluaran ingus, bersin-bersin dan konjungtivitis. Babi yang terinfeksi menderita batuk proksismal, disertai dengan punggung melengkung, pernafasan cepat, sesak, apatis, anoreksia, rebah tengkurap dan suhu tubuh meningkat mencapai 41-41,5°C. Setelah 3-6 hari babi biasanya sembuh dengan cepat, makan secara normal setelah 7 hari dan sejak tampaknya gejala klinis untuk pertama kalinya. Bila babi yang sakit diussahakan tetap hangat dan tidak menderita cekaman, penyakit ini tidak membahayakan dan dengan komplikasi yang sangat kecil serta tingkat kematian kurang dari 1 %, tetapi babi yang menderita bronkopneumonia dapat berakhir dengan kematian.



*Penulis adalah Dokter Hewan dan bertugas di Puskeswan Selong, Kab. Lombok Timur-NTB












Site : http://info-narkotika.blogspot.com
Continue Reading...

Virus Aids

Ini saya kumpulkan dari berbagai narasumber

Kelemahan Virus AIDS Berhasil Terdeteksi
Para ilmuwan berhasil memotret gambar virus penyebab AIDS/HIV (Human Immunodeficiency Virus), dalam kondisi sedang menyerang sel kekebalan tubuh. Dengan penemuan ini, para ilmuwan berharap bisa membantu terciptanya vaksin yang efektif untuk mencegah penyebaran virus mematikan itu.
Dalam risetnya, tim ilmuwan yang berasal dari National Institute of Health, AS, menunjukkan lokasi luar atau titik lemah dari virus HIV yang bisa diserang sistem kekebalan tubuh sehingga tidak akan menginfeksi sel tubuh manusia. Kelak, bagian tersebut yang akan diberikan vaksin.
"Mengetahui titik lemah virus ini yang bisa diserang antibodi manusia, menjadi indikasi bahwa pembuatan vaksin (HIV) sangat mungkin,"kata salah seorang periset, Peter Kwong. Ditambahkan oleh Kwong bahwa ilmu pengetahuan memang belum menemukan vaksin tersebut namun hasil riset ini akan membuat segalanya menjadi mungkin.




Kesulitan pembuatan vaksin HIV adalah karena virus ini menyerang sistem pertahanan tubuh. Tim periset dari Institut Nasional Penyakit Infeksi dan Alergi dari AS, telah membuat gambaran virus ini dalam skala atom.
Dalam risetnya, mereka berhasil mengungkapkan struktur protein dari permukaan HIV ketika protein tersebut bersatu untuk menyerang antibodi. Protein yang disebut dengan gp120 ini, menurut ilmuwan, bisa diserang antibodi b12 dan memiliki kemampuan untuk menetralisir virus.
Belasan penelitian sedang dikembangkan untuk membuat vaksin ini, namun hanya ada dua vaksin AIDS yang sudah dicobakan pada manusia, yakni yang dibuat oleh perusahaan farmasi Merck and Co, dan Sanofi-Aventis SA.
Kembali ke gambar virus HIV, tim ilmuwan menunjukkan dengan detail interaksi virus-virus yang sedang menyentuh dan menginfeksi sel kekebalan tubuh. "Kontak pertama virus itu seperti tangan yang bersalaman, lalu membesar seperti memeluk seluruh bagian," kata Dr.Gary Nabel, ketua tim peneliti.
Virus ini bermutasi dengan cepat dan terus menerus untuk mengalahkan sistem kekebalan. Tak hanya itu, ia juga memiliki semacam lapisan yang menghambat antibodi dari tubuh. Padahal antibodi dibutuhkan tubuh guna menahan protein yang dipakai virus HIV untuk menembus sel dan menginfeksinya.
Sayangnya, penelitian ini masih dalam tahap laboratorium, alias belum dilakukan pada tubuh binatang atau manusia. Sehigga tampaknya dunia masih harus bersabar sebelum vaksin HIV ini benar-benar ditemukan.

dikutpi dari http://spiritia.or.id/news/bacanews.php?nwno=0043a



Penyakit menular seks seperti AIDS merupakan salah satu penyakit berbahaya yang ada di bumi. Banyak orang di dunia sangat khawatir akan penyebaran penyakit ini. Bahkan di Indonesia sendiri tak lepas dari ancaman penyakit ini. Untuk itulah perlu pengetahuan tentang tipikal penyakit berbahaya ini. Kata AIDS itu adalah kepanjangan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome. AIDS adalah kumpulan gejala atau penyakit yang mengakibatkan menurunnya kekebalan tubuh yang didapat karena infeksi dari HIV.

Apa itu HIV? HIV adalah singkatan dari Human Immuno deficiency Virus. HIV itu merupakan kuman atau virus yang menjadi penyebab penyakit AIDS itu. Bagaimana pula gejala dan tanda-tandanya? Menurut CDC (Center for Diseases Control and revention) Atlanta, Amerika Serikat, biasanya dimulai dengan demam 100,4 derajat Fahrenheit atau 38 derajat Celcius. Demam kadang-kadang disertai dengan menggigil, sakit kepala dan perasaan lesu serta nyeri tubuh. Pada awal penyakit mungkin terjadi gangguan pernafasan ringan. Setelah tiga sampai tujuh hari, penderita mungkin mengalami batuk kering tidak berdahak yang lama kelamaan menimbulkan kekurangan oksigen dalam darah. 10 sampai 20 % penderita memerlukan nafas bantuan dengan mengunakan alat bantu nafas (ventilator).

HIV/AIDS hanya menular melalui hubungan seks, kontak darah langsung dengan penderita, ibu hamil yang menularkan pada bayinya. HIV/AIDS tidak dapat menular tidak juga mudah menular karena hal seperti makan, minum bersama, memakai peralatan makan/minum mereka, bersentuhan, berjabat tangan, berpelukan, berciuman, hidup serumah, menggunakan wc/toilet bersama, berenang bersama, bergantian pakaian, handuk, saputangan, gigitan serangga atau hubungan sosial lainnya.

Ada sebagian kalangan awan yang mempertanyakan apakah seorang pengidap HIV dapat dibedakan dari orang lain. Untuk jawaban ini, tentu saja tidak. Seorang pengidap HIV akan terlihat biasa saja seperti halnya orang lain karena tak menunjukkan gejala klinis. Hal ini bisa terjadi selama 5-10 tahun sesudahnya.

Penting juga diketahui banwa walaupun pengidap HIV belum menunjukkan gejalanya, namun sudah dapat menularkan kepada orang lain. Siapa saja dapat tertular oleh penyakit pembunuh ini melalui cara tertentu, tak peduli kebangsaan, ras, jenis kelamin, agama, tingkat pendidikan, kelas ekonomi maupun orientasi seksualnya. (yz)

Site : http://info-narkotika.blogspot.com
Continue Reading...